Saturday, February 16, 2008

Anti Plastic Bag Campaign

Pekan lalu, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITB menyelenggarakan sebuah rangkaian acara bertajuk Anti Plastic Bag Campaign. Sebuah acara yang bisa dibilang besar karena mampu menarik animo masyarakat kampus ITB dan sekitarnya. Dalam poster, baligo, spanduk, maupun leaflet-nya, mereka menghimbau agar menghentikan penggunaan tas plastik karena limbahnya yang tidak bisa diuraikan oleh lingkungan.

Saya sempat datang ke salah satu acaranya yang diadakan di boulevard kampus ITB. Dalam acara tersebut, ditampilkan berbagai hiburan, salah satunya menghadirkan d’cinnamons, kemudian ditampilkan 1000 puisi tentang lingkungan, ada pula penjualan tas non-plastik yang merupakan hasil desain mereka.

Di sela-sela acara, salah seorang teman saya berkomentar, “Idenya sih bagus, tapi sia-sia deh.” Loh, kenapa sia-sia? Saya bingung. “Mereka di sini gampang bisa ngomong anti plastic bag, tapi tetep aja aplikasinya susah. Mereka gak ngasih solusi konkrit. Emak-emak di pasar tetep aja bakal pake tas plastik. Iya kan?” katanya melanjutkan.

Tapi setidaknya kampanye itu mulai mengingatkan saya untuk mengurangi penggunaan plastik sebisa mungkin. Sekarang hampir setiap kali jajan atau belanja, biasanya saya bilang, “Bang gak usah pake plastik.” Ya kalau mau melakukan perubahan mulailah dari diri sendiri, pikir saya.

Suatu sore, saya pernah beli beberapa botol minuman di kaki lima, kali ini botolnya plastik. Saya mencoba untuk tidak pakai tas plastik, tapi ternyata repot untuk memegang botol-botol itu. Akhirnya, saya terpaksa minta kantong plastik ke si penjual. Kemudian si penjual bilang, “Ini namanya bio bag loh.”

“Loh, kenapa bio bag?” tanya saya.

“Soalnya plastik ini 20% bahannya dari singkong jadi bisa diuraikan. Tapi masih perlu 2-3 tahun untuk menguraikannya,” kata si penjual.

“Dapat dari mana Bang?” tanya saya.

“Dari Anti Plastic Bag Campaign yang waktu itu,” jawab si penjual. “Dari U-Green,” tambahnya. U-Green merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di ITB yang fokus sebagai pemerhati lingkungan.

Selama beberapa saat saya hanya terdiam melihat tas plastik yang berwarna hijau kelabu itu.

Ternyata tidak ada kata sia-sia untuk sebuah perbuatan baik.

5 comments:

Anonymous said...

http://www.dml.or.id/dml5/berita_terbaru/biodegradable_bag_di_indonesia.dml

Zulfi Rahardian said...

to anonymous:
thx buat source beritanya
:)

ladysherry said...

wahh hebat
krn stau gw biobag br ada d jepang
trnyata ga yaa?
ok dh indonesia :)

*zulf..blog lw gw blogroll yaa

Carmel said...

Good words.

fansberliana said...

dukung dech, gerakan anti penggunaan plastik