Selasa siang, seharusnya saya ada kelas Material Teknik, tapi tidak siang itu. Dosen saya tidak bisa hadir karena alasan tertentu sehingga kelas ditiadakan. Akhirnya saya bersama dua teman saya, Elfa dan Yanu, mengisi waktu luang dengan mengerjakan tugas mata kuliah lain. Elfa mulai mengeluarkan secarik kertas dan saya mengeluarkan pena Boxy. Sementara Yanu yang tidak mampu mengeluarkan apa-apa terpaksa mengeluarkan tangan dari sakunya untuk menulis.
Hingga suatu saat, tiba-tiba seorang teman saya yang lain datang dan ikut duduk berbincang. Sebut saja namanya Fathimah. Bisa dibayangkan dari namanya, Fathimah adalah seorang wanita berjilbab yang sungguh halus tutur katanya, lemah lembut budi bahasanya, dan terjaga perilakunya.
Saya, Elfa, dan Yanu masih mengerjakan tugas dengan seksama meskipun Fathimah datang dan bergabung bersama kami. Elfa masih terus mengeluarkan buah pikirannya sambil setia mengunyah permen karet. Sesekali dia ciptakan balon dari permen karetnya. Sementara Yanu memang dituntut untuk menulis segala kata-kata Elfa.
Melihat Fathimah yang duduk dan tidak terhiraukan, saya tergerak untuk memulai perbincangan singkat dengannya. Kami berbincang seputar berita gossip terkini di kampus. Di sela-sela perbincangan kami, terdengar meletup balon permen karet Elfa pecah. Dia segera mengunyah permen karetnya dan membuat balon kembali. Hal ini menarik perhatian Fathimah dan sesaat kedua matanya terhipnotis dengan balon yang menggelembung di ujung bibir Elfa.
Entah apa yang dipikirkan Fathimah saat itu, tiba-tiba dia mengambil pena Boxy yang sedang digunakan oleh Yanu dan segera mengarahkan ke balon permen karet di bibir Elfa. Clup! Dan pecahlah balon di bibir Elfa. Elfa terbatuk-batuk dan segera membuang permen karetnya, dia tidak bisa berkata-kata. Semua mata melihat ke arah Fathimah seakan tidak percaya. Fathimah hanya membalas dengan senyuman kecil.
Kemudian saya lihat ujung pena Boxy milik saya. Tepat di ujungnya ada bekas permen karet yang masih menempel. Saya memandang jijik dengan sedikit memicingkan mata. Fathimah menawarkan untuk membersihkannya, segera dia ambil pena Boxy dari tangan saya dan pergi menuju ke keran air untuk mencuci ujung pena Boxy saya. Tak lama dia kembali sambil menggoyang-goyangkan pena Boxy saya dengan maksud untuk mengeringkannya.
Fathimah kembali duduk dan masih mengeringkan pena Boxy saya. Kemudian saya mulai melihat ada bercak-bercak hitam di wajah dan pakaiannya. Saya mencoba meyakinkan diri saya bahwa ini bukan kutukan yang diberikan kepada Fathimah atas ulahnya. Ternyata bukan hanya saya yang melihat bercak-bercak itu, Elfa juga menyadarinya. Yanu pun akhirnya terheran-heran atas fenomena itu. Dan sekali lagi semua mata tertuju pada Fathimah.
Fathimah mulai salah tingkah dan bingung. Tepat di belakang saya ada pintu kaca dan cukup untuk Fathimah menyadari bercak-bercak hitam yang ada di wajah dan pakaiannya. Fathimah benar-benar panik dibuatnya. Kemudian dia melihat tangannya yang sudah berlumuran tinta hitam yang meluap dari pena Boxy milik saya. Singkat pikirannya menyimpulkan bahwa ini disebabkan efek air pada pena Boxy, apalagi dia menggoyangkannya berkali-kali. Tanpa pikir lagi, dia langsung melepas pena Boxy dari tangannya dan bergegas menuju kamar mandi terdekat.
Tidak lama seorang teman saya, Mina, yang perawakannya mungil dan lucu datang mendekat. Kemudian dia melihat ke arah Fathimah yang baru saja balik dari kamar kecil untuk membersihkan tinta yang menodai wajah dan pakaiannya. Mina terdiam sejenak dan hanya berkomentar, “iuuh!” Kemudian dia pergi lagi.
Fathimah telah kembali dari kamar mandi namun bercak-bercak tinta itu tidak hilang sepenuhnya, melainkan menyamarkan warna kulit wajahnya menjadi gelap. Kemudian dia melihat tangannya, dan menemui warna gelap yang tidak jauh berbeda dengan wajahnya.
Namun apa boleh dikata, nasi telah menjadi bubur. Inilah yang mengawali sisi gelap seorang Fathimah.
4 comments:
tokoh di cerita ini adalah fiktif belaka. apabila ada kesamaan nama, lokasi dan tempat itu hanyalah kebetulan yang tidak disengaja.
HAHAHAHAHAHAHA...
sial.
apa"an ini.. cerita melenceng jauh dr fakta!! dan mengalami peng-hiperbol-an besar"an!!
tapi gapapalah,
numpang beken di blognya zulfi..
kekekekeke
makasi yak zul! :)
ceritanya lucu. deskriptif, jadi kebayang :)
to anonymous:
saya tau anda pasti fathimah a.k.a fathajha
to fathajha:
jangan pundung yak
to batari:
blog batbatabatari lebih menarik koq. hehe.. saya menunggu postingan anda berikutnya. ;)
Post a Comment