Tuesday, October 20, 2009
Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II
1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarif Hasan
15. Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Agama: Suryadharma Ali
22. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
23. Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
24. Menteri Sosial: Salim Assegaf Al'jufrie
25. Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
26. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
27. Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
28. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara: E.E. Mangindaan
29. Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
30. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
31. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
32. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
33. Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng
Pejabat Setingkat Menteri
Kepala BIN: Jenderal Pol Purn Sutanto
Kepala BKPM: Gita Wirjawan
Saya ucapkan selamat bertugas!
Berikan karya terbaik bagi bangsa dan negara!
Saturday, August 15, 2009
I'm Single And Very Happy
"Aku baik-baik saja
Menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy
Mengejar mimpi-mimpi indah
Bebas lakukan yang aku suka
Berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy"
Lagu yang selalu diputar di bis saat saya pulang kerja praktek. Awalnya, ini lagu apa sih. Tapi begitu diamati liriknya, hmm boleh juga. Simple but inspiring hehe.
Buat teman-teman yang masih single, nikmati dulu aja.
Bagi yang berminat dengan lagunya, bisa diunduh disini.
Saturday, June 13, 2009
KP Telah Tiba
Di hari pertama masuk kerja, saya berangkat pukul 06.00 dari rumah saya di Bekasi karena jam kerja akan dimulai tepat pukul 07.30. Dari Bekasi ke Sudirman biasanya memakan waktu 30-45 menit. Tapi hal ini tidak berlaku di hari Senin! Dan saya baru ingat kalau ini adalah hari Senin. It was so terrible! It took almost 2 hours to get there. I was late on my first day.
Begitu saya masuk kantor yang berada di lantai 4, ternyata seluruh pegawai baru saja selesai melaksanakan doa pagi. Saya bersama Andry diminta menghadap si bapak Kepala Bagian untuk menetapkan di bagian mana kami akan ditempatkan. Akhirnya saya ditempatkan di Brand Communication Management (BCM) sedangkan Andry di Marketing Public Relation (MPR). Jangan tanya apa itu, karena saya juga belum tahu hahaha.
Kemudian saya diminta mengisi salah satu meja kosong di bagian depan, sementara Andry harus rela ditempatkan di meja pojok belakang. Baru sebentar saya duduk, tiba-tiba si bapak Kepala Bagian sudah memanggil seluruh staf BCM untuk meeting di ruang rapat, tak terkecuali saya. Wow! Baru masuk kerja udah langsung ikut meeting. Saya mulai bersemangat. Andry iri tidak diajak meeting hehe.
Dua jam meeting seru juga. Di awal meeting saya diperkenalkan dengan seluruh staf BCM. Ada mas Fbi, mas Argo, mbak Wima, mbak Novi, dan mas Satria. Kemudian satu persatu project marketing untuk setiap brand dibahas. Pembahasan mulai dari strategi pemasaran untuk single-brand, persiapan media komunikasi, kerjasama dengan para agency advertising, membuat media plan, sampai dengan persiapan konsep event yang akan diadakan. Di sini juga sempat dibahas masalah internal dan tentu saja gosip haha.
Selesai meeting, saya diminta menemani mbak Novi untuk paging di radio BRI untuk salah satu layanan sms banking. Kemudian saya kembali ke meja, dan tak tahu harus melakukan apa. Online sebentar, lalu mas Febi datang dan minta bantuan untuk pembuatan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) dengan beberapa merchant. Mau tahu cara pembuatan SPK? Tinggal ganti nama perusahaan dan nama merchant trus ganti nominal harga kesepakatan. Astaga, benar-benar tidak penting!
Akhirnya, waktu istirahat tiba juga. Saya terpaksa makan sendirian di kantor karena Andry ternyata sedang dinas luar untuk meninjau event di PRJ dan SMA 34 Jakarta. Can you guess what i did after lunch? I did nothing, totally!
P.S. KP is boring
Thursday, March 12, 2009
Tes 1 2 3
Kemarin baru dikasih tau teman kalau ternyata bisa blog post pakai Microsoft Word 2007.
Hahaha ;p
Saturday, February 23, 2008
Sedikit Basa-Basi Untuk MTI
Sore itu saya masih di sekitar gedung TI sampai sepenggal suara memanggil, “Zul, lo disuruh ke himpunan, mau ditanyain soal Anggota Biasa soalnya lo ngisi formulir penilaian anggota muda-nya ngasal.” Beberapa waktu yang lalu saya memang diminta untuk mengisi formulir penilaian anggota muda oleh divisi kaderisasi.
Pengembangan SDM di MTI memang melalui proses berjenjang, Anggota Muda – Anggota Biasa – Anggota Luar Biasa. Pada tahun-tahun sebelumnya penilaian Anggota Muda menjadi Anggota Biasa biasanya dilakukan oleh Divisi Kaderisasi yang merekapitulasi berbagai parameter penilaian. Namun entah dapat ide dari mana, tahun ini penilaian dilakukan oleh masing-masing anggota. Maka tidak salah apabila dalam beberapa parameter penilaian, saya menilai diri saya dengan nilai A. Namanya juga menilai diri sendiri, terserah saya dong.
Oke, kembali ke cerita. Saya segera ke himpunan dan ternyata di
Saya bertanya balik, “Emangnya apa sih bedanya anggota muda sama anggota biasa?”
Paku menjawab dengan jawaban standar ala MTI yang intinya anggota biasa itu punya hak pilih dan wajib datang Rapat Anggota. Dan dia menambahkan, “MTI butuh kader-kader anggota biasa.”
Kemudian sekali lagi Paku bertanya ke Fariz apakah dia mau menjadi anggota biasa, dan langsung dibalas dengan jawaban Fariz, “ya udah, emang mau gimana lagi.”
Sekarang giliran saya yang ditanya. Saya tidak ingin langsung menjawab iya, tapi ingin sedikit berbasa-basi (seperti
“Kalau BP sendiri berharap 2006 banyak yang jadi anggota biasa,” jawab Paku. Kemudian saya mengulang ucapannya Paku, “Berarti BP mengharapkan kami…” Bagian terakhir sengaja saya gantungkan agar dijawab Paku.
“…jadi anggota biasa,” kata Paku melanjutkan.
“Oke kalau begitu, karena BP mengharapkan kami untuk jadi anggota biasa, maka saya bersedia jadi anggota biasa,” kata saya dengan nada berasa penting.
Fariz yang mendengar jawaban saya langsung membalas dengan tatapan yang bernada, “Apaan sih?!” Hahahaha…
Saturday, February 16, 2008
Anti Plastic Bag Campaign
Pekan lalu, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITB menyelenggarakan sebuah rangkaian acara bertajuk Anti Plastic Bag Campaign. Sebuah acara yang bisa dibilang besar karena mampu menarik animo masyarakat kampus ITB dan sekitarnya. Dalam poster, baligo, spanduk, maupun leaflet-nya, mereka menghimbau agar menghentikan penggunaan tas plastik karena limbahnya yang tidak bisa diuraikan oleh lingkungan.
Saya sempat datang ke salah satu acaranya yang diadakan di boulevard kampus ITB. Dalam acara tersebut, ditampilkan berbagai hiburan, salah satunya menghadirkan d’cinnamons, kemudian ditampilkan 1000 puisi tentang lingkungan, ada pula penjualan tas non-plastik yang merupakan hasil desain mereka.
Di sela-sela acara, salah seorang teman saya berkomentar, “Idenya sih bagus, tapi sia-sia deh.” Loh, kenapa sia-sia? Saya bingung. “Mereka di sini gampang bisa ngomong anti plastic bag, tapi tetep aja aplikasinya susah. Mereka gak ngasih solusi konkrit. Emak-emak di pasar tetep aja bakal pake tas plastik. Iya
Tapi setidaknya kampanye itu mulai mengingatkan saya untuk mengurangi penggunaan plastik sebisa mungkin. Sekarang hampir setiap kali jajan atau belanja, biasanya saya bilang, “Bang gak usah pake plastik.” Ya kalau mau melakukan perubahan mulailah dari diri sendiri, pikir saya.
Suatu sore, saya pernah beli beberapa botol minuman di kaki lima, kali ini botolnya plastik. Saya mencoba untuk tidak pakai tas plastik, tapi ternyata repot untuk memegang botol-botol itu. Akhirnya, saya terpaksa minta kantong plastik ke si penjual. Kemudian si penjual bilang, “Ini namanya bio bag loh.”
“Loh, kenapa bio bag?” tanya saya.
“Soalnya plastik ini 20% bahannya dari singkong jadi bisa diuraikan. Tapi masih perlu 2-3 tahun untuk menguraikannya,” kata si penjual.
“Dapat dari mana Bang?” tanya saya.
“Dari Anti Plastic Bag Campaign yang waktu itu,” jawab si penjual. “Dari U-Green,” tambahnya. U-Green merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di ITB yang fokus sebagai pemerhati lingkungan.
Selama beberapa saat saya hanya terdiam melihat tas plastik yang berwarna hijau kelabu itu.
Tuesday, January 29, 2008
Rajin Menjamah
"Eh dia pegang nenen aku. Kamu nggak boleh gitu!" kata Dewi Persik sesaat setelah ada tangan nakal yang menyentuh payudaranya. Sontak mantan istri Saipul Jamil ini pun kaget dan melayangkan bogem mentah kepada si pelaku. Buk!
Tentunya anda sudah dengar berita ini
Penyanyi dangdut yang satu ini memang tak henti-hentinya bikin sensasi. Dewi Persik memang sering kali terlihat berpakaian minim di setiap penampilannya. Selain itu, sikapnya yang terkesan liar dan mengumbar sensualitas tak jarang mengundang nafsu para lelaki nakal. Kabarnya, ini sudah kedua kalinya ia mendapat perlakuan semacam ini. Lihat fotonya disini.
Melihat kejadian ini, saya jadi teringat dengan salah satu novel karya Fira Basuki yang berjudul Ms. B: Panggil Aku B. Di salah satu babnya, ia menggambarkan sifat orang
Buat Mbak Dewi, kalo berpakaian mbok yaa jangan kebuka di mana-mana.
Buat pelakunya, besok lagi kalo mau megang ijin dulu ya.